Lika Liku Perjalanan Seorang Food Blogger

Mungkin ini yang namanya suratan takdir bagi saya untuk menjadi Food Blogger lintas kota. Maunya sih lintas negara atau lintas benua, tapi apa mau dikata dari sekian banyak invitation yang masuk baik dari email, sms, telepon, whatsapp, line, merpati pos #eh , berkisar hanya antara Bandung-Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Sama seperti teman-teman Food Bloggers yang lain mengawali karir di dunia blog/web kuliner pastinya berawal dari kesukaan akan makan (Yah iyalah masa tidur -_-! ) Awal-awal mulanya bergabung di komunitas Kuliner , ikut food tasting bareng-bareng, dikejer-kejer review, belajar bikin review, sampe bisa punya blog sendiri.

Dan dikala itu dimana kamera hp cukup mumpuni untuk mengambil gambar yang lumayan (ehem disamping kamera DSLR yang belum terjangkau sih) Alhasil review-review saya dan teman-teman lainnya (hayo ngaku), lebih banyak mengandalkan kekuatan tulisan yang bombatis dibanding unsur etetis photo. Contoh: “Sirloin wagyu dengan tingkat keempukan yang luar biasa ini mampu memanjakan lidah, dan membuat setiap orang yang memakannya terpesona, hingga tanpa sadar menteskan air liurnya” Dan photo yang muncul seperti ini (>.<) …

sirloin wagyu-thefoodxplorer

Atau

“Ini adalah menu terbaik dari salah satu steakhouse terbaik di kota Bandung” dan yang saya posting gambar seperti ini …

Camera 360

Well kalau jaman skrg photo editor dismartphone sangat banyak pilihannya mulai dari snapseed, vscocam, photoshop dan lainnya, dulu yang menjadi favorit saya adalah Camera360 *LOL Yah setidaknya dengan kamera hp 5mp yang sama bisa bikin foto macem gini… mendingan kan sedikit?

Β 0030XD25A1E6F0C34E25CAm

Tapi Tuhan itu memang adil saudara-saudara, saya dipertemukan dengan sebuah benda yang kelak merubah hidup saya menjadi sekarang ini. Dengan benda itu setidaknya photo-photo makanan saya “sedikit” lebih baik …

Β Dolsot-bibimbap-Mujigae-1

Yam-Mamuang-2-ThaiAlley1

chef-ivan-upper-east-cafe

Lumayan kan? Haha πŸ˜€ Setidaknya lebih terang dan ga noise banget kayak foto-foto sebelumnya. Sebenernya sih kameranya masih 5mp, tapi memang ga sia sia meminang benda menakjubkan yang satu ini, yaitu ipad mini ^^! kualitas lensanya luar biasa untuk sekelas tablet.

Melalui si benda putih mini nan seksi ini saya pun mulai mengembangkan blog personal saya yang isinya sebagian besar ga jelas kuliner dan art πŸ™‚ hehe. Dan mulai lah masa-masa dimana food invitation berdatangan *duh senangnya ;p

Tapi …

masa itu cepat berlalu , dimana mulai seringnya bertemu dengan foodies maupun food blogger lainnya yang ternyata sudah pada upgrade ke kamera DSLR *eaa Dan masalah yang paling bikin ucing ala berbie adalah jam invitation yang hampir selalu di malam hari dimana si ipad mini pun kepayahan dalam menangkap keindahan dari makanan yang disajikan. Hingga akhirnya beriringan dengan munculnya dede-nya si ipad mini (*ipad mini retina) , saya memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berbeda, yakni makanannya di gambar saja, hohohohoho *efek gema

Yah setidaknya sebagai lulusan Interior Design ada skill saya yg bisa dipake *nyambung ga sih? Kadang makanannya saya langsung gambar di ipad, kadang lsg dikertas, tapi sering juga diphoto dulu, baru digambar dirumah dengan komputer πŸ˜€

Food-Illustration---Ten-Ten---Plaza-Indonesia

The-Giant-Pepper-Lunch---TheFoodXplorer

Korean-Restaurant-Guide-KFF---Review-new

with Jkt Foodies

 

 

Namun sejalan dengan semakin cepatnya waktu berputar seperti roda putarnya Hamtaro, menulis review dan sekaligus menggambar cukup memakan waktu dan tenaga, apalagi terkadang setiap food tasting menu yang dihidangkan cukup banyak, dan rasa-rasanya hampir ga mungkin untuk menggambari satu-satu. Apalagi status saya bukan lagi sebagai food blogger lokal di Bandung saha, tapi juga sudah merambah Jakarta, bogor, bintaro, serpong, dan kota-kota yang pastinya dapat dijangkau oleh travel. Kenapa travel? karena bawa mobil sendiri keluaran taun millenium dengan pedal manual pulang hari Bandung-Jakarta-Bandung, ga akan membuat kamu bakal jadi Real Men :p

Jadi pada akhirnya dengan sangat terpaksa dan riang gembira saya membongkar tabungan celengan ayam , demi menebus sebuah DSLR yang menjadi teman hidup untuk mengarungi derasnya waktu , *eaa. Dengan kamera DSLR ini akhirnya saya ga perlu takut lagi serta gundah gelisa untuk menghadapi kondisi kurang cahaya alias low light kala mereview makanan. ^^! Dan Berbekal saling sharing dengan teman-teman sesama Bloggers dan foodies baik di IDFB, GWStarving maupun teman-teman di instagram, kualitas photo saya cukup lumayan lah untuk bisa menampilkan makanan dengan tampilan yang instagenic kalau kata anak-anak gaul jaman skrg mah.

IMG_6901

IMG_7293

IMG_7142

Tapi namanya manusia pasti selalu ajah ada masalahnya, sebagai seorang Blogger yang tinggal di Korea (Kopo Area) , ga banyak pilihan transportasi untuk keluar kota Bandung, alhasil keberadaan satu-satunya agen travel di dekat rumah sangat membantu perjalanan saya untuk pergi-pergi keluar kota, dan malang tak dapat diundang, untung tak dapat diraih (bahasanya T_T! ) Shuttle Travel satu-satunya di wilayah saya pun mengakhiri hidupnya, meninggalkan kegundahan bagi orang-orang Korea seperti saya ini, dimana untuk ke Jakarta, kita harus menuju kota Bandung dengan 30 menit sampai 2 jam perjalanan kalau macet beuud.

Hingga akhirnya saya melihat secercah harapan pada diri Toyota Agya , mobil mini dengan kemampuan maksi, dimana saat melihat exteriornya yang aduhai membuat detup jantung berdegup, dan saat memasuki interiornya yang luas ,dengan fitur-fitur terkini seperti Dual SRS Airbag , audio yang canggih, power window, kaca spion elektrik , dan masih banyak fitur kece lainnya bikin makin kesemsem deh. Dan yang paling penting transmisi automaticnya bakal bikin ga pegel deh. ^^! plus ruang bagasi yang lega, bikin hati tenang ga usah takut bayar denda seperti kalau naik travel bawa muatan banyak banyak.

Nah itu tuh sepenggal kisah saya sebagai seorang food blogger, kalau teman-teman gimana ceritanya? πŸ˜€

15 Replies to “Lika Liku Perjalanan Seorang Food Blogger”

  1. ahhhhh, foto makanan era2 awal ituuuhh, jadi inget jaman motonya masih norak. Walau sekarang belum lebih bagus sih..hahaha.

    Keren iiiihh makin eksis yaaa, dapat undangan review sana sini :), maaauuuuu

  2. Waahh sejujurnya foto paling pertama ngeblog jauh lebih kece badai fotoku yaah. Tapi terus aku ga berkembang masih gitu gitu aja bertahun tahun ekekeke

    Dan perubahan foto agung drastis abisss kereenn keceeeehhhh yuhuuu. Luar biasa. Keren keren bingiittt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *