Terjebak Nostalgia di Sumber Hidangan (Braga – Bandung)

Bandung di Sabtu pagi itu sudah disambut dengan terik-nya sang mentari, sejuknya kota ini perlahan-lahan hilang tergantikan panasnya debu dan polusi udara yang menyergap nafas. Menulusuri jalan Braga yang saat itu sedang tidak ramah dengan pejalan kaki karena adanya pengerjaan galian kabel, matapun dituntut tetap waspada dengan hiruk pikuknya kendaraan yang melintas. Dan sampailah kita di Sumber Hidangan (Braga – Bandung) , sebuah tempat yang mampu membuat kita terjebak dalam nostalgia.

Jalan-Braga---Bandung

Sumber-Hidangan-5---Braga---Bandung

Berdiri sejak tahun 1929 , Sumber Hidangan dikenal sebagai perusahaan roti , kue dan rumah makan. Berbeda dengan beberapa tempat makan legendaris lainnya di kota Bandung yang sudah mulai merias diri dan mengikuti derasnya arus pertarungan kuliner di kota yang sempat terkenal dengan julukan Paris Van Java, tempat ini tidaklah banyak berubah , suasana tempo doeloe langsung terasa saat kita memasuki tempat ini. Lupakan wifi, colokan listrik, dan sofa yang nyaman, menu-menu yang ditawarkanpun tidak terlalu banyak (kalau tidak mau dibilang sangat sedikit) ,mayoritas pengunjung tempat ini adalah pelanggan setia ataupun turis asing/lokal yang biasanya tahu tempat ini dari mulut ke mulut maupun review di blog/website.

 

Sumber-Hidangan-1---Braga---Bandung

Mesin-Kasir---Sumber-HidanganNostalgia---Sumber-Hidangan---Braga---Bandung

Seolah-olah kembali kemasa lalu saat kita menerawang interior tempat ini, bangunan khas gaya jaman Belanda , atap yang tinggi, mesin kasir dan timbangan jaman dahulu, pola lantai, dan perabotan yang membuat saya sedikit teringat masa kecil dulu.

Oh iya, jika dahulu restoran di Sumber Hidangan ini terkenal dengan jam tidur siang-nya ( Yang merupakan warisan jaman Belanda) dimana biasanya tutup sekitar jam 2 siang sampai jam 5 sore, sekarang sudah tidak ada lagi jam tidur siang-nya, walaupun hari minggu masih tetap libur. Salah satu tempat yang saya tahu masih memakai sistem tidur siang ini adalah Toko Alat Musik Nada, di jalan Naripan.

Kuliner---Sumber-Hidangan---Braga---Bandung

Saat melihat menu saya sedikit terkejut , bukan hanya karena buku menunya merupakan satu lembar kertas, tapi juga karena ternyata sekarang Sumber Hidangan hanya memiliki empat menu makanan, yakni nasi goreng, nasi goreng special, Bistik, dan Wiener Schnitzel, dan itupun dibungkus, tidak disajikan dengan piring seperti dulu-dulu. Beberapa orang yang saya tahu pun ada yang mengira kalau makanan hanya bisa dibungkus dan dibawa pulang, tidak bisa makan ditempat, tapi ternyata kita masih bisa makan ditempat.

Sudah terlanjur kemari dan memang mengincar bistik-nya yah akhirnya diputuskan untuk tetap memantapkan hati sembari menenangkan perut yang sudah mulai berdendang merdu. Pelayan-nya hanya satu orang, bapak-bapak yang sudah puluhan tahun bekerja disini sebagai pelayan, dan juga membantu memasak hidangan, beliau cukup cekatan dan ramah. Di Sabtu pagi itu ternyata cukup ramai yang datang, sebagian hanya memesan minuman seperti kopi ataupun es kirm , sambil menyantap roti khas Sumber Hidangan yang kentar sekali jadul-nya. Mungkin mereka berpikir sama seperti saya, saat seorang ibu baru saja pulang dengan membawa dua buah styrofoam yang kami yakini itu pasti makanan yang dibungkus.

Fosco-Soda---Sumber-Hidangan-

Saat saya sedang asik mengabadikan sudut-sudut restoran ini, datanglah minuman yang kami pesan, yang satu ini adalah Fosco Soda, harganya hanya 10.000,- Rupiah, disajikan dengan gelas jadul, campuran coklat , soda dan mungkin susu, sangat menyegarkan dahaga. Tidak terlalu dingin karena tidak ditambahkan dengan es batu, untuk rasa-nya tidak terlalu special, tapi worth it to try.

 

Ice-Cream-SodaIce Cream Soda, jauh dari ekspetasi saya saat minuman ini datang, dengan harga yang juga 10.000,- Rupiah , minuman ini terlihat well, sangat plain.
Saat coba dicicipi, wow! Anda ingat rasa permen susu jaman dulu, tepat seperti itulah rasanya! Rasanya cukup mengelitik lidah dengan cita rasa yang mungkin susah ditemui ditempat lain.

Bistik---Sumber-HidanganTak lama kemudian datanglah bapak pelayan dengan membawa stryfoam berisi pesanan bistik kami, tebersit sedikit kecewa dihati. Saat membuka-nya, hmm… okelah, semuanya ditata dengan baik, walaupun tidak memiliki presentasi ala chef hotel/resto. Isinya terdiri dari Kentang Goreng yang sering kita temui pada semur, aneka sayuran selada, tomat, timun , wortel dan buncis, tentu saja bistik dari sapi cincang dengan saus khas Sumber Hidangan.

Bistik Sumber Hidangan

Oh yah tenang saja, tetap dberikan pisau dan garpu kok untuk menyantap hidangan ini, tak lupa satu gelas air putih dan air teh menemani. Mari kita cicipi! satu potongan kecil daging bistik ini mendarat sempurna dilidah saya, dan langsung saja dengan sekejap saya seperti dibawa jauh kemasa kecil saya, dimana banyak kenangan indah yang teringat. Sempurna! Rasa daging sapi yang dibaluri dengan saus khasnya benar-benar membuat saya sangat menikmatinya, lupakan packaging-nya, lupakan tampilannya yang standard, lupakan meja dan kursi yang sedikit berdebu. Dengan harga 30.000,- Rupiah, saya pikir amat sangat pantas untuk masuk dalam salah satu kuliner Bandung yang memiliki cita rasa yang lezat, saya berpikir salah satu yang membuat enak-nya itu adalah saus-nya. Semoga harganya tidak menanjak naik dengan semakin ramainya blogger atau media yang mereview restoran satu ini, seperti sebagian besar restoran di Bandung yang mulai menaikan harganya karena maraknya turis-turis yang berdatangan. Hari ini saya sekali lagi diingatkan dengan pepatah lama, “Don’t judge a book by its cover”.

Toko-Kue---Sumber-Hidangan

Sumber-Hidangan-3---Braga---BandungSumber-Hidangan-4---Braga---Bandung

Sumber Hidangan terbagi menjadi dua, bagian yang satunya ini berfungsi sebagai toko roti dan kue, aneka roti khas jaman dulu yang tanpa bahan pengawet dan berbagai penganan yang namanya akan membuat lidah kita keseleo saat menyebutkannya.

Karena sudah cukup kenyang ( Sampai tidak sanggup lagi untuk memesan es krim incaran kami) , akhirnya kami hanya membawa pulang kue Kattetong ( Lidah Kucing) Rp. 11.ooo,-/100 gram, dan beberapa kue jadul lainya yang tidak sempat saya foto.

Timbangan---Sumber-Hidangan

Saucijsbrood---Sumber-Hidangan

Saya pun membawa pulang dua SaucijsBrood (pork) seharga 8.500,- Rupiah , ada yang sapi juga kok. Ukuran-nya cukup mini, dan isinya cenderung asin, bagi saya malah terlalu asin, untuk lapisan pastrynya crunchy, sebenarnya saya mengharapkan yang tidak terlalu garing. menurut saya pribadi rasanya standard.

Sumber-Hidangan-2---Braga---Bandung

Begitu keluar dari tempat ini panas disiang hari kembali menyengat kulit, saya tertegun sejenak, dengan hawa yang sangat panas diluar, tempat ini menawarkan suasana yang sejuk dan aura yang membuat (Ijinkan saya sekali lagi) terjebak dalam nostalgia 🙂

Verdict

Taste : 9.0 – Interior : 8.0 – Hygiene : 7.0 – Service : 8.0 – Value for money : 9.0

Btw, jangan lupa follow TheFoodXplorer yah :D

Instagram.com/thefoodxplorer

twitter.com/thefoodxplorer

———————————————————-

Sumber Hidangan

Jl. Braga No. 20-22
Bandung – Indonesia
Tlp: 4236638

 

5 Replies to “Terjebak Nostalgia di Sumber Hidangan (Braga – Bandung)”

  1. dari yang pernah kubaca di medsos, restoran ini pake styrofoam karena hampir bangkrut. pekerjanya sebelumnya juga ada beberapa, tapi udah pada diberhentikan karena kesulitan keuangan. hmm sedih juga ya… ngomong-ngomong makasih ya review nya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *